Skip to main content

TUGAS UJIAN KOMPREHENSIF ANC

TUGAS UJIAN KOMPREHENSIF ANC















Disusun Oleh

PUSPA FERDINA ANDRIANI

NIM : P 1732410 6007

JALUR UMUM











DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

JURUSAN KEBIDANAN

BANDUNG

2009











DOKUMENTASI ASUHAN PADA IBU HAMIL



Hari / Tanggal : Jumat, 14 Agustus 2009

Jam : 11.00

Tempat : Klinik Kesehatan Reproduksi Westhoff

Pengkaji : Puspa Ferdina Andriani



I. DATA SUBJEKTIF

a. Identitas






b. Keluhan Utama

Ibu merasa hamil 7 bulan mengeluh sakit pinggang dan nyeri perut bawah jika ibu kelelahan. Kadang-kadang ibu merasa sakit kepala dan jika diistirahatkan akan sembuh.



c. Riwayat Kehamilan

Hamil ke : 2

HPHT : 3 Januari 2009

TP : 10 Oktober 2009

Siklus menstruasi : 30 hari

Lama : 6-7 hari

Keluhan saat menstruasi : tidak ada

PNC 1x di Puskesmas Pasir Kaliki

Imunisasi TT : 1x

Gerakan Janin pertama kali dirasakan : saat usia 4 bulan (pertengahan Mei)

Gerakan janin 24 jam terakhir : masih ibu rasakan hingga saat ini, gerakan janin terasa kuat dan aktif

Obat yang dikonsumsi selama hamil : obat dari Puskesmas

Tanda bahaya yang dirasakan : tidak ada

Kekhawatiran khusus : tidak ada



d. Riwayat Persalinan

Tahun


Usia Kehamilan


Jenin Persalinan


Penolong


JK


BB / PB


Hidup / Mati


Penyulit selama hamil / bersalin / nifas

Juli 2008


9 bulan


spontan


Paraji





3300 / -


Mati, saat usia 2 bulan (bronkhitis)


Tidak ada



e. Riwayat Kontrasepsi

Ibu tida menggunakan alat kontrasepsi apapun sebelum kehamilan ini, karena ibu ingin segera mempunyai anak. Ibu berencana memakai KB suntik setelah melahirkan.



f. Riwayat Penyakit

Ibu tidak pernah dirawat di RS. Ibu tidak pernah dioperasi. Ibu tidak menderita penyakit keturunan. Ibu tidak menderita penyakit menular.

Riwayat kesehatan keluarga : kakek (Diabetes Mellitus)



g. Faktor Psikososial

Kehamilan ini direncanakan. Ibu senang atas kehamilan ini. Dukungan suami dan keluarga : baik. Tidak ada mitos yang mempengaruhi kehamilan ibu.

Status pernikahan : merupakan pernikahan pertama bagi ibu dan suami

Menikah selama 2 tahun

Persiapan persalinan : Tempat : RBC

Persyaratan (surat-surat) : lengkap

Biaya : belum ada

Transportasi : carter angkot

Pendamping : suami dan ibu

Perlengkapan : belum ada

Pendonor : ibu (golongan darah AB)



h. Kebiasaan Sehari-hari

Makan : 2x sehari. Jenis : Nasi, sayur, telur.

Cemilan : 1-2x sehari. Jenis : kue, roti, snack

Tidak ada pantangan. Tidak ada alergi

Minum : 3-5 gelas sehari. Jenis : air teh, susu

BAK : sering. > 5x sehari. Tidak ada keluhan

BAB : 1-2x sehari. Tidak ada keluhan

Tidur siang : ibu jarang tidur siang

Tidur malam : 21.00-05.00

Aktivitas : melakukan pekerjaan rumah tangga (nyapu, ngepel, mencuci, memasak, dll). Kadang-kadang dibantu suami (jarang)

Gaya hidup : Ibu tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, tidak mengkonsumsi jamu



II. DATA OBJEKTIF

a. Keadaan Umum

Kesadaran : CM

Antropometri : BB sebelum hamil : 52 kg

BB sekarang : 58 kg

TB : 155,5 cm

Kenaikan BB selama hamil : 6 kg

IMT : 22 (normal)

Kenaikan BB seharusnya :

Usia kehamilan (dalam minggu) X 0,4 kg

31 X 0,4 kg = 12,4 kg



b. Tanda-tanda Vital

Tekanan darah : 100 / 70 mmHg

Nadi : 86x / menit

Respirasi : 23x / menit

Suhu : 35,9oC



c. Pemeriksaan Fisik

Mata : konjungtiva : merah muda, sclera : putih

Mulut : tidak ada kelainan

Leher : tidak ada pembengkakan KGB, tidak ada pembesaraan kelenjar tyroid

Payudara : simetris, puting menonjol, tidak ada retraksi , tidak ada benjolan / massa, kolostrum sudah diproduksi

Abdomen : tidak ada bekas luka operasi

TFU : 26 cm

TBJ : 2170 gram

Leopold I : teraba bulat lunak tidak melenting (bokong)

Leopold II : teraba tahanan lebih besar di kanan (puka)

Leopold III : teraba bulat keras melenting (kepala)

DJJ : 145x / menit, reguler

Kandung kemih : kosong

Genitalia eksterna : Labia mayora : terdapat 1 benjolan kecil berukuran ± 0,5 cm. Terasa agak perih, muncul 3 hari yang lalu. Tidak ada lesi, tidak ada varises, tidak ada pengeluaran / keputihan.

Kelenjar skene : tidak ada pengeluaran abnormal.

Kelenjar Bartolin : tidak ada pembengkakan

Anus : tidak ada haemoroid

Ekstremitas atas : tidak ada kelainan

Ekstremitas bawah : tidak oedema, tidak varises, refleks patella + / +



d. Pemeriksaan Penunjang

Hb : 13 gr%

Protein urin : (-)

Glukosa urin : (-)

III. ASSESSMENT

G2P1A0 gravida 31-32 minggu, janin tunggal hidup intrauterine

Masalah : 1. Ketidaknyamanan ibu hamil trimester III (nyeri pinggang)

2. Benjolan di labia mayora

3. Kenaikan BB selama hamil kurang (6,4 kg)

4. TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan

Kebutuhan : 1. Cara mengatasi ketidaknyamanan ibu

2. Melakukan rujukan ke Puskesmas untuk pemeriksaan dan pengobatan benjolan di labia mayora

3. Melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk penambahan BB selama hamil secara adekuat

4. Melakukan rujukan ke ahli kandungan untuk dilakukan USG



IV. PLANNING

1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu.
2. Memberi konseling cara mengatasi ketidaknyamanan (nyeri pinggang) yaitu dengan mengajarkan body mekanik serta memperagakannya à ibu bisa memperagakannya dengan benar. Serta menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas rumah tangga agar ibu aktivitas ibu tidak terlalu berat.

Sakit pinggang pada kehamilan trimester III disebabkan adanya perubahan pusat gravitasi akibat pembesaran perut dan peregangan yang berlebihan akibat aktivitas yang berat. (Bobak, Irene M. 2000. Perawatan Maternitas. Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran Bandung)



3. Merujuk ibu ke Puskesmas untuk pemeriksaan dan pengobatan benjolan di labia mayora dan memberikan alasan mengapa dilakukan rujukan.

Segera rujuk jika ditemukan kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, rujukan sebaiknya dilakukan secepatnya untuk menghindari komplikasi. (SPK, 2000)



4. Merujuk ibu ke bagian ahli gizi untuk dapat meningkatkan kenaikan berat badan sesuai dengan usia kehamilan yang seharusnya dan memberikan alasan mengapa dilakukan rujukan.

BB sebelum hamil : 52 kg

BB sekarang : 58 kg

TB : 155,5 cm

Kenaikan BB selama hamil : 6 kg

IMT : 22 (normal)

Kenaikan BB seharusnya : Usia kehamilan (dalam minggu) X 0,4 kg

31 X 0,4 kg = 12,4 kg

BB sekarang seharusnya : 52 + 12,4 = 64,4 kg

Kekurangan BB : 6,4 kg



Jika berat badan tidak bertambah, beri penyuluhan tentang gizi dan rujuk untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut (SPK: Standar 4, 2000)

Kenaikan BB selama kehamilan sangat penting, BB yang kurang selama kehamilan beresiko IUGR dan kelahiran BBLR (Bobak, 2000)



5. Merujuk ibu ke bagian ahli kandungan untuk dilakukan USG agar mengetahui mengapa ukuran TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan.

TFU : 26 cm

Usia kehamilan berdasarkan TFU : ± 28 minggu (Sinopsis Obstetri, 1998)

(Bobak, 2000) : TFU X 8/7 = UK dalam minggu

26 X 8/7 = 29-30 minggu

Usia kehamilan berdasarkan HPHT : 31-32 minggu

Usia kehamilan berdasarkan gerakan janin :

Pertengahan Mei ± 16-18 minggu

14 Agustus- pertengahan Mei = ± 3 bulan = 16 minggu

16 minggu + 16 minggu = ± 32 minggu



TFU sesudah umur kehamilan lebih dari 24 minggu sama dengan umur kehamilan dalam cm (dengan menggunakan meteran kain). Namun demikian bisa terjadi variasi (±1-2 cm). Jika ukurannya berbeda ±3 cm atau lebih, rujuklah ibu untuk pemeriksaan lebih lanjut.



6. Menggali pengetahuan ibu tentang memantau gerakan janin à ibu belum mengetahui. Memberi konseling tentang cara memantau gerakan janin à ibu mengerti dan bisa mengulang kembali

Akan sangat bermanfaat apabila ibu memantau gerakan janinnya. Jika ibu menemukan adanya penurunan atau penghentian gerakan janin, maka ibu harus memeriksakan diri. (Varney, Kriebs, Gegor, 2002)



7. Menggali pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan à ibu sudah mengetahuinya
8. Memberi konseling ketidaknyamanan kehamilan trimester III dan cara mengatasinya
9. Memberi konseling tentang persiapan persalinan dan kegawatdaruratan yang harus segera dipersiapkan seperti biaya, perlengkapan dan persyaratan melahirkan di RBC serta rumah sakit rujukan.

Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami/keluarganya pada trimester III, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan bersih, aman dan suasananya menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. (SPK : Standar 8, 2000)



10. Memberikan leaflet tentang persiapan persalinan, ketidaknyamanan kehamilan trimester III dan body mekanik.
11. Menganjurkan ibu untuk minum 8 gelas sehari dengan air putih

Ibu biasa minum 3-5 gelas sehari dengan air teh.

12. Memberikan caviplex 10 tablet dan menjelaskan cara meminumnya.

Tablet zat besi berisi 60 mg zat besi dan 0,5 mg asam folat paling sedikit diminum 1 tablet sehari selama 90 hari berturut-turut dan ingatkan agar tidak meminumnya dengan kopi / teh. (SPK : Standar 4, 2000)



13. Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya 2 minggu kemudian (28 Agustus 2009) atau saat ditemukannya keluhan atau tanda bahaya à ibu mengatakan akan ke puskesmas hari kamis (20 Agustus 2009)

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...