Skip to main content

Anda Perlu Suplemen Jika...

width='100'

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap.

Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya.

Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung dari kecukupan zat-zat itu.

Namun begitu, setiap orang belum tentu membutuhkannya. Orang normal yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen dan multivitamin. Tetapi ada pula yang tetap membutuhkan suplemen tambahan tersebut, siapa saja mereka?

1.    Seorang wanita
Mulai usia 20-an, manusia secara bertahap kehilangan massa tulang. Pada wanita, proses ini bertambah cepat setelah menopause. Untuk memperlambat proses kehilangan massa tulang, minumlah suplemen kalsium.
Rekomendasi: 1.200-2.500 mg per hari

2.    Pria usia di atas 50 tahun
Masalah yang kerap dialami pria usia ini adalah perbesaran prostat. Ini bisa mengganggu acara buang air kecil. Pertimbangkan untuk mengonsumsi saw palmetto, yang bermanfaat meringankan inflamasi (peradangan) dan memengaruhi kadar hormon yang terkait dengan prostat.
Rekomendasi: 160 mg, dua kali sehari

3.    Vegetarian
Vegetarian ketat yang menghindari semua makanan hewani dapat memperoleh gizi seimbang dari bermacam buah, sayur, dan biji-bijian. Namun, ada satu gizi yang tak bisa dipenuhi, yaitu vitamin B12 yang ditemukan pada daging, telur, ikan dan produk susu.
Rekomendasi: 100 mcg per hari

4.    Olahragawan
Keranjingan olahraga yang intensif dan lama bisa merusak serat otot. Aktivitas olahraga terlalu keras juga tak baik, terutama untuk orang yang sudah berumur. Suplemen magnesium baik untuk otot olahragawan.
Rekomendasi: 200 mg per hari

5.    Sedang Berdiet
Diet untuk menurunkan berat badan dapat memicu rasa lapar, juga dapat menyebabkan kadar gula darah naik-turun. Kromium bermanfaat membantu tubuh memproses lemak dan mencegah perubahan gula darah secara drastis.
Rekomendasi: 200 mcg, dua kali sehari

6.    Merokok
Zat gizi dari suplemen tidak membantu mengurangi risiko penyakit jantung, paru-paru, dan kanker karena merokok. Namun, vitamin antioksidan, antara lain dari teh hijau, dapat memerangi sejumlah efek buruk merokok.
Rekomendasi: 250 mg vitamin antioksidan, dua kali sehari

7.    Mengonsumsi alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan merampas sejumlah nutrisi penting dalam tubuh. Kelebihan konsumsi minuman keras ini meningkatkan risiko penyakit hati dan sejumlah masalah kesehatan lain. Cara terbaik menjaga kesehatan adalah mengurangi konsumsi minuman keras dan menambah asupan vitamin C.
Rekomendasi: 1.000 mg per hari.
Sumber : kompas.com

Comments

Popular posts from this blog

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...