Skip to main content

Hindari Sinar Matahari Saat Anak Terkena Sakit Cacar


width='100'

Anak-anak lebih gampang terkena penyakit cacar dibandingkan orang yang lebih dewasa. Selama terkena cacar air anak sebaiknya di karantina di dalam rumah dan hindari sinar matahari.

Selama masih mengalami infeksi, penting buat orangtua untuk menghindari anak dari sinar matahari karena kulit akan menjadi lebih rentan untuk terbakar. Selain itu paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko jaringan parut.

Jika anak terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari akan memicu suhu panas tubuh dan mengeluarkan keringat, akibatnya akan memuat cacar air yang ada di tubuh menjadi lebih gatal. Hal ini akan memicu anak untuk menggaruknya dan membuat proses penyembuhannya menjadi lebih lama. Sebaiknya, jika sangat mengganggu, lap keringat di tubuh anak dengan menggunakan waslap basah untuk meringankannya.

Ada orangtua yang takut anaknya terkena air sehingga melarang anaknya mandi saat terkena cacar. Tapi menurut dokter mandi bisa dilakukan asalkan tidak menggosok kuat-kuat dan langsung dikeringkan. Bisa juga dengan menggunakan lap basah.

Cacar air adalah penyakit yang umum terjadi pada anak usia di bawah 12 tahun. Gejala yang timbul berupa gatal ruam yang dapat muncul di seluruh tubuh dan disertai dengan gejala flu. Karena infeksi yang terjadi bisa menular, maka anak yang terinfeksi harus tinggal di rumah dan beristirahat hingga gejalanya hilang.

Seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis, (18/2/2010) penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster (VZV), untuk melindunginya biasanya anak kecil diberikan vaksin varicella saat usia 12-15 bulan. Namun vaksin ini bisa diberikan secara berulang saat anak berusia 4-6 tahun untuk memberikan perlindungan lebih lanjut.

Seseorang biasanya hanya mendapatkan satu kali cacar air, namun VZV bisa tertidur di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit kulit baru di kemudian hari yang disebut dengan herpes zoster. Vaksin cacar yang diberikan bisa memberikan perlindungan yang signifikan bagi anak.

Ruam cacar yang terjadi di kulit bisa bertambah luas atau berat jika anak memiliki kelainan kulit lain seperti eksim. Beberapa anak biasanya mengalami demam, sakit perut, sakit tenggorokan, sakit kepala atau badan yang sakit selama 1-2 hari sebelum ruam tersebut muncul.

Pada beberapa kasus didapatkan anak-anak yang lebih muda akan memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih sedikit dibandingkan anak yang lebih tua atau orang dewasa. Sebaiknya anak yang terkena cacar beristirahat di dalam rumah dan hindari kondisi lingkungan yang panas dan dapat memicu keringat, karena akan membuat cacar air semakin gatal.

Untuk proses penyembuhannya, berilah anak makanan bergizi dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Bekas cacar air biasanya cenderung meninggalkan bekas, tapi jika terjadi pada anak proses regenerasi kulitnya akan lebih mudah sehingga bekas luka bisa hilang. Lakukan imunisasi cacar agar anak mempunyai kekebalan tubuh.

Sumber : health.detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...