Skip to main content

Adversity Quotient

✊๐Ÿป Sinergi AQ (Adversity Quotient) dalam Menyempurnakan Kemampuan Hidup untuk Survive ✊๐Ÿป

๐Ÿ’ƒ๐Ÿป๐ŸŒง"Life isn't about waiting for the storm to pass. It's learning to dance in the rain" -Vivian Greene-๐ŸŒง๐Ÿ’ƒ๐Ÿป

Kata mutiara ini begitu pas bersanding dengan bahasan tema AQ. Setiap individu memiliki pola pikir yang berbeda2 dalam memandang "Adversity" (tantangan, kesulitan, hambatan maupun emosi). Hanya individu yang ber AQ tinggi mampu bertahan hidup (survive).

๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐ŸปSecara umum, AQ menentukan kadar kemampuan seseorang mengatasi kemelut tanpa putus asa.

๐Ÿ˜‡Kekuatan Pikiran :
Dr. Fred Gage seorang neuroscientist terkenal dari Salk Institute berpendapat bahwa sebenarnya struktur otak seseorang dapat berubah melalui pengalaman. Struktur fisik dari otak dapat diubah melalui bagaimana kita berpengalaman terhadap pengalaman itu sendiri. Pola pikir seperti inilah yg memainkan peran penting seseorang dalam menghadapi "Adversity". Inilah mengapa AQ dapat membentuk realita kita (Stoltz, 2000 dalam Zhou Haijuan, 2009).

๐Ÿš€Hal senada juga disampaikan oleh dr. Amir Zuhdi. Struktur dan fungsi otak yang telah dilatih dengan kebiasaan berpikir konstruktif (membangun) akan menghasilkan sikap dan perilaku mulia.

๐Ÿ’‰๐Ÿ’‰๐ŸŒกTinjauan AQ dari segi psikoneuroimunologi (PNI) menyebutkan bahwa AQ memegang peran penting dalam kontrol stabilitas kesehatan dan mempengaruhi fungsi imunitas/kekebalan tubuh, pemulihan pasca operasi, kerentanan hidup terhadap ancaman penyakit. Jika respon AQ lemah maka akan mudah memicu terjadinya depresi.

๐ŸŒทAQ bukanlah anugerah (given) tapi bisa dipelajari melalui latihan tertentu yang bisa diinstall pada diri kita.
Berikut aspek perkembangan yang harus diperhatikan untuk memupuk AQ climber putra putri kita : ๐Ÿšต๐Ÿป
1. Fisik dan kesehatan
2. Daya tahan mental
3. Kestabilan emosi
4. Kemampuan sosial
5. Keimanan dan ibadah kepada Allah
6. Keterampilan dan seksualitas yang normal

⁉Bagaimana melatih AQ?
Melatih AQ dapat kita mulai dari menajamkan indera untuk berpikir dan menarik pelajaran/hikmah dari setiap tantangan hidup.

๐Ÿน Berikut 6 cara untuk meningkatkan AQ :
1. AQ on TV : belajar menarik hikmah dari karakter tayangan di televisi (misal : sinetron, iklan, berita, dll) melalui penajaman indera penglihatan
2. AQ on radio : belajar menajamkan indera pendengaran dan memperhatikan bagaimana sesorang mendiskripsikan sesuatu hingga tervisualisasi gambaran topik acara yang disampaikan.
3. AQ in conversation : belajar menyimak diskusi
4. Reading for AQ : belajar bagaimana karakter penulis
5. AQ in art : belajar bagaimana orang berkomunikasi melalui seni
6. AQ on the net : eksplor iklan dan analisa bahasa yang digunakan orang lain untuk mempromosikan bisnisnya. Perhatikan bagaimana kontrol website tersebut terhadap perhatian kita.

๐Ÿ•น Berhati-hati lah :
๐Ÿ‘ธ๐Ÿป๐Ÿคด๐Ÿป Dampak AQ yang tak terasah pada anak?
Muncullah istilah :
๐Ÿคด๐Ÿป Peter pan syndrome : laki laki yang tak pernah dewasa. Sudah aqil scr biologis, namun belum baligh scr psikologis dan belum siap menanggung beban. Terbiasa hidup nyaman tanpa tanggung jawab, tdk suka bekerja keras, kurang PD, enggan hidup sendiri dan bergantung pd orang lain
๐Ÿ‘ธ๐Ÿป Cinderella complex : wanita yang karakternya senantiasa berharap "prince charming" krn tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat sering dilindungi, serta enggan berjuang mengerahkan seluruh kemampuan nya.

๐ŸŽฑ๐Ÿ”ฎ⚽ Analogi jenis bola yang utk memandu AQ anak :
๐ŸŽฑ Bola besi : anak yg terlalu keras dihadapkan dgn beban berat tanpa pemahaman dan pendampingan akan mudah emosi. Bersikap keras dan beresiko merusak sekitarnya. Bayangkan jika bola besi jatuh ke lantai, maka lantai pun akan pecah.

๐Ÿ”ฎ Bola kaca : anak yg dibesarkan dgn penuh rasa perlindungan tinggi (over protective) akan mudah rapuh saat ia jatuh. Karena tak terbiasa menghadapi kesulitan.

⚽ Bola karet : anak yg dibesarkan dgn tarik ulur dalam mengontrol nya, diberikan kesempatan utk mandiri dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Jika anak tipe ini "jatuh" maka akan mudah melenting dan bangkit dari kesulitan.

๐Ÿ“‹ Sumber bacaan :

The Adversity Quotient and Academic Performance among College Students at St. Joseph's College Quezon City, by Zhou Haijuan, 2009.

Amir Zuhdi, dr. Pikiran/Perasaan Anda Mengubah Otak Anda, 2016.

Catatan pribadi penulis (Nurya)

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...