Skip to main content

Welcome to The Jungle of Knowledge

Bismillah

Welcome world my baby Caterpillar
Welcome to the jungle of knowledge
Kali ini saya memasuki tahap ulat-ulat
Dimana saatnya sang ulat mulai memakan daun-daun ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhannya menjadi kupu-kupu kelak.

Dari Peta belajar yang telah dibuat sebelumnya, kini saya menentukan, apa saja yang harus saya cari dan pelajari
Dan saya berbagi tengan teman-teman di grup FB, kemudian saya juga diperbolehkan untuk mencoba santapan yang telah dihidangkan oleh teman-teman lainnya.

Dan benar saja, banyak sekali ilmu yg begitu menggiurkan bertebaran disana. Banyak yg menarik perhatian saya, namun saya teringat pesan Ibu Septi, bahwa kita harus berpegang pada pedoman kita yaitu Mind Map yg telah kita buat sendiri.

Dan sayapun menentukan terlebih dahulu, apa saja yang akan saya cari di hutan ilmu nanti. Agar saya tidak menyantap semua daun yang tidak sesuai dwngan tujuan hidup saya.

Dan saya ingin berbagi ilmu tentang briefing and role play. Kenapa? Karena saya sangat membutuhkan ilmu tentang membersamai anak, terutama ketika berada diluar rumah tanpa didampingi suami.
Lalu saya bertanya kepada Bubu wiwik, seseorang yang menginspirasi saya untuk memperbaiki diri. Beliau memiliki 4 anak, dan pernah berperan aktif dalam kegiatan komunitas sambil membawa anak-anaknya.
Kuncinya adalah briefing and role play. Kemudian saya teringat bahasan itu di buku EP karya cikgu Okina Fitriani.
Dan saya pun mencari cari artikel tentang BnR ini. Dan dalam blog ini,  saya mendapatkan contoh-contoh penerapan BnR dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga saya bisa menerapkannya dalam kehidupan saya, sehingga saya tidak lagi merasa panik, dan tidak sanggup membawa anak-anak ikut bersama saya, walau ke acara pengajian rutin. 

Comments

Popular posts from this blog

Menyambut Tamu Istimewa Ramadhan 1443H

Alhamdulillah sudah dipenghujung Bulan Syaban. Untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini, kami buatkan Ramadhan tracker bagi mama - mama yang berencana untuk membersamai ananda tercintanya di bulan yg penuh berkah ini.  Silakan di save Printablenya, Namun follow dulu IG kami ya 👉 @puspaferdina Jika sudah follow akun IG nya, silakan mama download printable Ramadhan tracker di bawah ini Ramadhan Tracker Ajak ananda untuk menentukan ibadah apa yang ingin dicapai pada Ramadhan kali ini. Dan dampingi mereka untuk istiqomah dalam menjalankan targetnya.  Contoh pengisian : Agar ananda lebih bersemangat, silakan download Printable My Reward berikut.  Beberapa membolehkan untuk memberikan reward kepada anak karena sudah berpuasa Namun yang lebih utama adalah, dengan mengenalkan reward yg Allah berikan Dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh anak MisalnMisalnuya seperti yg dipaparkan dalam buku Ramadhan Gapai Jannah dari penerbit Sakeena Berikut saya sertakan ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...