Skip to main content

Adab Kepada Diri Sendiri - Qonaah

Bismillah. Sore tadi, alula begitu kesal. Karena melihat teman-temannya bermain diluar sambil memainkan pianika. Ia penasaran, alat apa itu. Ihihii. Dan dia semakin kesal karena ia tidak punya alat seperti itu. Dan ditambah, ia memang ga boleh keluar rumah, sedangkan teman-teman lainnya bermain bebas diluar sana. Padahal lagi #dirumahaja

Tantangan hari ke 17


Sayapun membacakan buku tentang Surat-surat pilihan, Al-Waqiah. Dan buku itu memyenutkan tentang Qonaah, bahwa kita harus merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

Sayapun mengajak Roleplay pada anak-anak. Sempat terjadi perdebatan juga, ia masih merasa kesal, jadi inginnya saya itu mencontohkan iri dengan apa yang dia punya. Namun sayapun menjelaskan panjang lebar. Akhirnya alula mengerti walau masih kesal.

Kaka liat mamam punya buku bagus, kaka ga punya.

"Sini masuk ke rumah aku, kamu boleh pinjem mainan punya aku"

Makasiiiih.. Iya pinter..

Sekarang teteh ya
Teteh liat mamam punya buku baru, teteh ga punya

"Aku punya pianika bagus, kamu engga"

Eaaaaaa. Itu namanya apa?

"sombong"

Allah sayang ga ya sama orang sombong?

"engga"

Jadi gimana harusnya?
Masam mesem
Ikutin mamam yaaa

Alhamdulillah, walau saya ga punya buku kaya kamu, saya punya pianika ini.

Teteh pun mengikuti ucapan saya

Harapan saya, mereka tidak merasa iri dengan rezeki oranglain. Namun pandai bersyukur dengan apa yang sudah Allah titipkan pada mereka.

Comments

Popular posts from this blog

Menyambut Tamu Istimewa Ramadhan 1443H

Alhamdulillah sudah dipenghujung Bulan Syaban. Untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini, kami buatkan Ramadhan tracker bagi mama - mama yang berencana untuk membersamai ananda tercintanya di bulan yg penuh berkah ini.  Silakan di save Printablenya, Namun follow dulu IG kami ya 👉 @puspaferdina Jika sudah follow akun IG nya, silakan mama download printable Ramadhan tracker di bawah ini Ramadhan Tracker Ajak ananda untuk menentukan ibadah apa yang ingin dicapai pada Ramadhan kali ini. Dan dampingi mereka untuk istiqomah dalam menjalankan targetnya.  Contoh pengisian : Agar ananda lebih bersemangat, silakan download Printable My Reward berikut.  Beberapa membolehkan untuk memberikan reward kepada anak karena sudah berpuasa Namun yang lebih utama adalah, dengan mengenalkan reward yg Allah berikan Dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh anak MisalnMisalnuya seperti yg dipaparkan dalam buku Ramadhan Gapai Jannah dari penerbit Sakeena Berikut saya sertakan ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...