Skip to main content

Parade Kampanye Walikota Hexagon City

 Dimasa pandemi seperti ini

Rawan rasanya jika ada yang mau kampanye dalam rangka Pemilu

.

Tapi justru

Di Hexagon City

Para hexagonia begitu antusias menanti parade kampanye dari 6 Calon Walikotanya

.



Ada mba elvita yg pernah menjabat sebagai koordinator IP Sumut 2015. Dengan tagline Produktif dari rumah untuk dunia


Ada mba setiorini adalah mompreuner, momlearner, mom education fasilitator, public speaker, pejuang UMKM, aktivis lingkungan, motivator perempuan. Mempunyai slogan Bahagia, Berkarya,  Berkolaborasi,  Berdampak. Menjadi sukses bersama-sama itu keren!


Ada teh endang prasdianti. Pernah menjabat jd Leader IP Asia. Pernyataan yang menarik dari teh dian ini bahwa visi misi itu untuk dijiwai, bukan sekedar tertulis di kertas dan menjadi janji


Ada mba erni dari bandung. Dengan tagline Teman kolaborasi dalam kebersamaan untuk produktivitas


Ada mba siwi. Memiliki visi Kota perempuan produktif yang Nyaman,  Beradab, Kreatif, Solutif dan Inovatif. Dengan tagline "say yes to your potential"


Ada mba nani. Menjabat sebagai Koordinator IP Tangsel 2019. Dengan tagline Sempurna Mekar Berseri. Mba nani menawarkan diri untuk menyiapkan playground yang mudah dan menyenangkan bagi hexagonia, sehingga kami lebih percaya diri, dan akhirnya keinginan berbagi muncul dari dalam diri.


Semakin disimak paradenya, semakin bingung mau pilih yang mana

Semuanya berpotensi jadi leader

Semuanya berpotensi untuk membangun hexagon City menjadi kota yang produktif


Hai hexagonia,, udah mantep belum dengan pilihannya? 


#kelasbundaproduktif 

#institutibuprofesional 

#hexagonia 

#hexagoncity 

Comments

Popular posts from this blog

Menyambut Tamu Istimewa Ramadhan 1443H

Alhamdulillah sudah dipenghujung Bulan Syaban. Untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini, kami buatkan Ramadhan tracker bagi mama - mama yang berencana untuk membersamai ananda tercintanya di bulan yg penuh berkah ini.  Silakan di save Printablenya, Namun follow dulu IG kami ya đŸ‘‰ @puspaferdina Jika sudah follow akun IG nya, silakan mama download printable Ramadhan tracker di bawah ini Ramadhan Tracker Ajak ananda untuk menentukan ibadah apa yang ingin dicapai pada Ramadhan kali ini. Dan dampingi mereka untuk istiqomah dalam menjalankan targetnya.  Contoh pengisian : Agar ananda lebih bersemangat, silakan download Printable My Reward berikut.  Beberapa membolehkan untuk memberikan reward kepada anak karena sudah berpuasa Namun yang lebih utama adalah, dengan mengenalkan reward yg Allah berikan Dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh anak MisalnMisalnuya seperti yg dipaparkan dalam buku Ramadhan Gapai Jannah dari penerbit Sakeena Berikut saya sertakan ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...