Skip to main content

Kurang atau Kelebihan Tidur Meningkatkan Lemak Perut

Memiliki waktu tidur yang ekstrem sangat mempengaruhi penumpukan lemak di perut terutama pada orang usia muda. Kurang atau kelebihan tidur paling gampang bikin perut penuh lemak.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Sleep seperti dikutip Rabu (3/3/2010) menunjukkan bahwa pemuda Afrika-Amerika dan Hispanik yang memiliki durasi tidur pendek atau panjang memiliki peningkatan lemak perut yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidur malam normal selama 6-7 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang berusia di bawah 40 tahun, baik yang durasi tidurnya pendek atau panjang sangat terkait dengan peningkatan indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yang signifikan. Karena berhubungan dengan jaringan adipose bawah kulit atau Subcutaneous Adipose Tissue (SAT) dan jaringan visceral adipose atau Visceral Adipose Tissue (VAT) sehingga menimbun banyak lemak.

Dibandingkan dengan orang yang tidur malam selama 6-7 jam, orang yang tidur malam selama 5 jam atau kurang mengalami peningkatan BMI rata-rata 1,8 lebih tinggi dan akumulasi SAT lebih besar 42 cm dan VAT 13 cm. Sedangkan yang tidur malam selama 8 jam atau lebih mengalami peningkatan BMI 0,8 lebih tinggi, juga akumulasi SAT 20 cm dan VAT 6 cm yang lebih besar.

Tetapi ternyata tak ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan perubahan lemak perut pada partisipan di atas usia 40 tahun.

Peneliti melakukan kajian terhadap 1.107 orang di IRAS (Insulin Resistance Atherosclerosis Study) Family Study. Data yang dikumpulkan dari 332 orang Afrika-Amerika dan 775 orang Hispanik dengan usia rata-rata usia 41,7 tahun dengan rentang usia 18-81 tahun.

Dalam kelompok partisipan Afrika-Amerika dan Hispanik, mereka yang kurang tidur lebih besar mengalami peningkatan lemak selama lima tahun.

G. Kristen Hairston, MD, asisten profesor kedokteran internal di Wake Forest University School of Medicine di Winston-Salem, NC, mengatakan bahwa waktu tidur cukup penting bagi orang-orang dari semua ras dan etnis.

Namun, laporan dari etnis minoritas ada perilaku ekstrem dalam durasi tidur. Menjadikan mereka berisiko terhadap gangguan metabolisme seperti obesitas dan diabetes.

"Waktu tidur yang tepat penting untuk menjaga berat badan yang sehat," kata Hairston.

Kategori BMI adalah:

1. Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
2. Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
3. Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
4. Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.

Cara menghitung BMI dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.

Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...