Skip to main content

Makanan Terbaik Bagi Wanita

VIVAnews – Ingin mengetahui jenis makanan terbaik untuk membantu wanita menurunkan kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, bahkan membuat suasana hati menjadi lebih baik?
Ada tujuh macam makanan yang terbukti memiliki manfaat besar bagi Anda, baik yang sudah menjadi ibu maupun yang masih lajang. Kabar baiknya lagi, semua makanan yang akan mengubah hidup Anda ini tersedia di supermarket terdekat di kota Anda, dikutip dari laman Modern Mom.
1. Blueberry
Buah ini mengandung antioksidan dan phytoflavinoids. Selain itu tinggi kandungan kalium dan vitamin C-nya. Dengan mengonsumsi blueberry, Anda dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, mencegah hilangnya memori, membantu menurunkan tekanan darah, bahkan membantu melawan keriput!
2. Salmon
Ikan salmon mengandung dua jenis Omega-3, termasuk DHA, asam lemak esensial yang baik untuk kehamilan. Manfaat lainnya ialah meningkatkan suasana hati, melawan depresi, dan dapat melindungi Anda dari penyakit Alzheimer dan kanker.
3. Makanan coklat berwarna gelap
Siapa bilang Anda dilarang makan coklat. Anda boleh saja mengonsumsinya, asalkan Anda memastikan coklat warnanya gelap dan berkualitas baik. Ini mengandung antioksidan dan dapat mengurangi risiko stroke, tekanan darah rendah, hidrat kulit, dan mempertajam pemikiran seseorang.
Carilah coklat yang memiliki kadar kakao (biji coklat) tinggi atau lebih dari 60%. Makin gelap warnanya, makin baik.
4. Teh
Kekuatan antioksidan yang terkandung dalam teh hitam sama seperti yang dimiliki teh hijau. Yakni mengandung ECGC (molekul yang terkandung dalam teh hijau), antioksidan kuat yang dapat melawan penyakit jantung dan membantu mencegah demensia, diabetes, dan stroke.
Para peneliti di Spanyol dan Inggris juga menemukan bahwa ECGC dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
Jadi, menyeruput teh setiap hari akan sangat baik untuk kesehatan Anda. Selain manfaat di atas, minuman ini juga dapat membantu Anda membakar kalori lebih banyak!
5. Kedelai
Manfaat mengonsumsi kacang kedelai ternyata sangat mengesankan. Sebuah studi tahun 2003 yang dilaporkan dalam The Journal of American Medical Association menunjukkan kedelai bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.
Kacang kedelai dapat dijadikan aneka hidangan, makanan atau minuman. Misalnya, makanan tahu atau susu kedelai. Tetapi waspadalah, jika di keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi hidangan yang berbahan kedelai.
6. Avocado atau alpukat
Buah ini mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Alpukat juga mengandung lemak yang cukup tinggi. Tapi, Anda tidak perlu khawatir karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat merupakan lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
7. Brokoli
Ibu rumah tangga dan wanita lajang disarankan untuk senantiasa mengonsumsi sayuran brokoli. Sayur ini terbukti mampu membantu mencegah kanker payudara dengan menjaga kelebihan estrogen.
Sayur rokoli kaya akan Vitamin C dan A, serat, asam folat, kalsium, besi dan kalium. Sayuran ini bisa dimakan setelah dimasak atau mentah!

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...