Skip to main content

PETA RUMAHKU

4 September ·




Materi #bermaindanbelajar kali ini adalah mengenalkan peta. Peta yg sederhana tentunya. Peta yg udah dibuat sama mama nya tadi malam ^^v

Gambar peta nya menunjukkan lokasi rumah alula, rumah teman2 alula, warung tempat mama nya belanja, tukang nasi kuning dan tukang bubur ayam. ( karena rutinitas di pagi hari itu, alula bersama papa nya membeli bubur / nasi kuning )

Awalnya alula ga tertarik nih, mungkin karena ini sesuatu yg baru.. Tapi setelah dicontohkan beberapa kali , akhirnya alula pun bisa memainkan nya ^^v

"kk mau ngasih makan ikah aaah " sambil mengarah kan saliha ke rumah Raisya
Alhamdulillah alula sudah faham ttg peta ini ya

Jika permainan ini bermanfaat untuk anak Anda, boleh dicoba yaaaa
Cara main nya :
1. Gambar peta denah rumah Anda. misalnya peta dari rumah ke sekolah. karena alula belum sekolah, jd tujuannya ke tukang bubur / nasi kuning ^^v

2. Sebutkan semua gambar yg ada di peta ( contoh : ini rumah kaka, ini rumah A, ini warung B, ini ibu nasi kuning, ini ibu bubur, ini mesjid )

2. Berikan pion yg berperan sebagai anak anda. Anda bisa membuat nya sendiri, atau memakai yg ada di rumah anda. ( saya memakai pion saliha. dari buku amazing discovery #WAS )

3. Lalu instruksikan pada anak, simpan pion di rumah. lalu minta tunjukan arah jaln menuju ke tempat tertentu. misalnya, kalau mau beli bubur lewat jalan mana? kalau mau beli susu lewat jalan mana? dll
jika anak belum faham, berikan contoh dulu. disini kita bisa mengenalkan belok kiri dan belok kanan

Ide materi nya di ambil dr buku Main Yuk EBM

Tujuan dari bermain&belajar kali ini adalah :
- mengenalkan peta pada anak
- mengenalkan arah jalan menuju suatu tempat
- melatih daya ingat anak
- melatih konsentrasi anak
- mengenal kiri dan kanan

Selamat mencoba ya Mama

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...