ADAB MENUNTUT ILMU
NHW#1_Puspa Ferdina Andriani
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr. wb
Universitas Kehidupan...
Kita sebagai manusia yang dikaruniai akal yg sempurna oleh Sang Pencipta
Diharuskan untuk mencari jalan kebenaran dalam hidup ini
Maka dari itu...
Sudah seharusnya kita menuntut ilmu, untuk menempuh jalan yang benar
Banyak sekali ilmu yang bertebaran di dunia ini
Mulai dari Bayi sampai Lansia
Ada tentang agama, seni budaya, kesehatan, keuangan dll
dan selain metode seminar bertatapan muka antara fasilitator dan peserta, kini mencari ilmu pun bisa dilakukan walau jarak antara fasilitator dan peserta saling berjauhan.
Baik berupa kelas online di WhatsApp, FB group, Telegram, webbinar, dll
Dari sekian banyak jurusan ilmu di kehidupan ini, saya sangat ingin sekali menekuni ilmu tentang mendidik anak.
Mengapa....?
Alasan utama saya dalam menekuni jurusan ini adalah menginginkan anak-anak saya selamat di dunia dan akhirat.
Karena saya yang merasa minim dari ilmu agama. Karakter saya pun, tidak begitu disenangi termasuk oleh saya sendiri. Merasa bahwa saya itu tidak ada manfaatnya hidup di dunia. Bahkan saya selalu berbeda pendapat dg mamah saya yang berujung dengan kemarahan saya terhadap mama saya. Saya merasa sangat durhaka.
Saat menikah, dan melahirkan anak pertama, ketakutan yg muncul adalah "Takut dibenci oleh anak". Lalu saya pun bercermin, menerawang dikehidupan masa lalu. Banyak sekali trauma di masa kecil, yg melekat hingga saat ini. Yang membuat saya merasa sangat durhaka.
Darisanalah saya ingin merubah sistem. Saya mulai belajar, mencari tahu, menggali informasi tentang bagaimana cara mendidik anak. Dengan membeli berbagai buku parenting yang beredar di media online. Dan juga saya memilih untuk resign dari pekerjaan saya sebagai bidan di salah satu RS swasta di Bandung. Pada awalnya memang mudah, menjadi ibu yang penyayang itu tidaklah sulit. Saya menyayangi Alula dengan sepenuh hati dan menyentuhnya dengan kelembutan.
Namun seiring waktu berlalu, ketika usia alula bertambah, kemampuannya pun mulai berkembang, dan tingkah lakunya yang mulai beragam. inilah titik awal mulai munculnya emosi kepada anak. padahal sebelumnya saya berfikiran, "tidak mungkin saya akan menyakiti darah daging saya".
Semakin waktu, emosi pun mudah terpancing. padahal saya sudah hafal tentang bagaimana cara mendidik anak yang seharusnya. tapi dalam prakteknya, masih saja muncul kehilafan saya dalam mendidik anak. bahkan kini saya mempunyai 2 anak, yg jarak kelahirannya hanya terpaut 2,5th, yg kedua nya sama-sama masih membutuhkan perhatian besar seorang ibu.
Setiap hari saya berdoa, agar saya lebih sabar, lebih penyayang, lebih lemah lembut dan lebih bijaksana dalam mendidik keduanya. Namun saya masih saja seperti itu. Lalu saya mulai mengikuti berbagai perkumpulan, saya lebih memilih perkumpulan bermain anak. Lalu saya bertemu dg Teh Wiwik Wulansari, salah satu admin teman main. Sejak pertama bertemu, di VIB dlm acara TMevent5, saya melihat kesejukan dan kedamaian dalam raut wajahnya. Lalu saya telusuri sosial medianya, dan menemukan sertifikat "INSTITUT IBU PROFESIONAL". Dari sana pun, saya langsung telusuri, apa sih itu?????
Saya sangat tertarik sekali dg kata-katanya "IBU PROFESIONAL". Karena saya merasa tidak profesional sebagai ibu, lalu muncullah institut ini, "KLOP". Saya pun mulai bertanya-tanya, bagaimana caranya menjadi bagian dari institut ini. Sampai akhirnya, Allah mengizinkan saya untuk belajar di institut TSB.
Selain itu, saya pun mulai mengikuti kelas managemen emosi. Karena saya memang merasa emosi saya sangat labil, dan kebetulan ada kelas online juga di wa grup. dan biayanya pun terjangkau. Dengan harapan, setelah mengikuti kelas ini, saya bisa memanagemen emosi saya, yg sekarang masih meledak - ledak. Dan tidak lupa selalu meminta kepada Sang Pemilik hati, untuk memudahkan segala urusan saya, terutama dalam proses mendidik anak.
Setelah mendapatkan materi Adab Menuntut Ilmu di Matrikulasi Batch#4, ternyata masih banyaaaaaaak kekurangan saya. Mulai dari membersihkan diri dari keburukan, mengutamakan waktu dalam menuntut ilmu, hadir paling awal, dan duduk paling depan, harus selalu mengulang ilmu yg sudah di dapat, menulisnya kembali, dan harus bersungguh sungguh dalam mengamalkannya.
Semoga dengan mengikuti kelas matrikulasi ini, secara perlahan, konsisten dan bersungguh sungguh, akan merubah perilaku saya dalam mendidik anak-anak saya.
