Skip to main content

KELAS HEALING LUKA PENGABAIAN IV

KONFRONTASI

PENGANTAR

Tugas-tugas yang anda kerjakan sebelumnya (emotional healing works) dimaksudkan mempersiapkan anda untuk konfrontasi. Konfrontasi di sini maksudnya menghadapi orang tua anda atau orang lain dengan sikap tenang dan terkendali emosinya untuk berbicara tentang masa lalu yang menyakitkan dan situasi saat ini yang menyulitkan anda. Tugas ini adalah yang paling menakutkan, namun pada saat yang bersamaan adalah sebuah tindakan MEMBERDAYAKAN yang pernah anda lakukan.

Prosesnya sederhana tetapi tidak mudah. Bila saatnya anda sudah siap, ini yang anda lakukan:
- Dengan tenang dan mantap anda menceritakan tentang kejadian negatif masa lalu di masa kecil anda atau di waktu tertentu.
- Ceritakan bagaimana kejadian tersebut memberi pengaruh pada hidup anda dan memberi pengaruh pada hubungan anda dengan orang tua atau orang tersebut di saat sekarang.
- Anda menjelaskan hal-hal di dalam hubungan saat sekarang yang dapat melukai perasaan anda.
- Anda menetapkan aturan-aturan baru dalam hubungan selanjutnya.

Tujuan konfrontasi dengan orang tua atau orang lain BUKAN:
- untuk balas dendam
- untuk menghukum mereka
- untuk merendahkan mereka
- untuk melampiaskan kemarahan pada mereka
- untuk mendapatkan kembali sesuatu yang positif dari mereka (misal: pengakuan atau penerimaan)

Tujuan konfrontasi dengan orang tua atau orang lain adalah:
- untuk menghadapi mereka
- untuk mengatasi rasa takut menghadapi mereka
- untuk mengatakan kenyataan tentang diri anda pada mereka
- untuk menetapkan bentuk hubungan yang baru
- untuk menumbuhkan rasa mampu dan berdaya pada diri anda

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...