Skip to main content

CIRI CIRI ANAK PEMBELAJAR

🍜Camilan 1, level 4

_Rabu, 31 January 2018_

Materi Bunda Sayang ke-4
Menstimulasi Gaya Belajar Anak


💫 Ciri-Ciri Anak Pembelajar💫


Apa yang terbesit saat mendengar kalimat  _"anak belajar_” ? Sebagian besar dari kita mungkin akan terbayang dengan _anak yang tekun membaca buku pelajaran sekolah, berkutat dengan sejumlah soal latihan_ . Kalau sudah demikian, kita membayangkan anak yang tekun belajar akan mendapatkan nilai sempurna di kelasnya.

Seperti tagline yang sering di sampaikan  _"Don’t teach me, I love to learn”_ proses belajar yang mendalam dan menuntut pemahaman, seharusnya lebih melibatkan anak untuk bisa aktif *mencari, mengintepretasikan, menganalisis, dan menerapkan informasi* . Apalagi jika ditambah dengan pemahaman gaya belajar yang muncul, proses belajar menjadi lebih optimal, aktif dan secara tidak langsung anak diajak untuk mempelajari proses untuk mendapat pengetahuan yang baru.

Mengajari anak-anak bagaimana cara belajar jauh lebih berharga daripada mengajari mereka untuk sekedar mengingat sejumlah informasi. Proses belajar yang bermakna akan mempengaruhi segala aspek dalam perkembangan kehidupannya.  Proses belajar yang menuntut anak-anak lebih aktif juga menumbuhkan karakteristik baru sebagai pemelajar.

🎒Nah, di bawah ini adalah ciri-ciri dari anak pembelajar:

🔎1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Seorang pembelajar selalu ingin tahu lebih banyak tentang dunia. Mereka belajar dari berbagai sudut pandang, bukan hanya melalui cara-cara tradisional, namun mereka juga memanfaatkan teknologi dan jaringan yang semakin berkembang. Anak pembelajar memiliki sikap proaktif dan selalu mencari tambahan kesempatan untuk belajar sesuai caranya sendiri.

🗯2. Memiliki motivasi internal.

Anak pembelajar memiliki semangat belajar dari dalam dirinya, tak perlu sogokan dan iming-iming hadiah. Seorang anak pembelajar termotivasi karena ia menetapkan tujuan sendiri untuk ia capai. Mereka didorong oleh rasa berhasil dari dalam dirinya.  Oleh karena itu, penting bagi orang tua menumbuhkan rasa cinta pada belajar, agar kelak motivasi belajar benar-benar muncul dari dalam.

📕3.    Dapat merefleksikan diri.

Dalam perkembangannya, kelak anak pembelajar diharapkan mampu melakukan refleksi diri atas proses belajar yang dilakukan. Sehingga penting bagi orang tua/ lingkungan sekitar memberi ruang bagi anak untuk melakukan refleksi diri.

🗓4.    Dapat diandalkan.

Anak pembelajar akan bertanggung jawab terhadap  apa yang harus dilakukan serta melakukan tugas tanpa perlu diingatkan. Penting untuk menumbuhkan motivasi internal, supaya semakin sedikit motivasi dari luar yang diperlukan untuk membuatnya disiplin atau termotivasi untuk menyelesaikan tugas.

💡5.    Mampu berpikir kritis.

Seorang pembelajar mandiri kelak diharapkan dapat berpikir kritis tentang suatu situasi. Mereka dapat melihat berbagai kemungkinan, berbagai peluang, dari berbagai sudut pandang, dan seringkali memiliki lebih dari satu solusi. Mereka tak hanya menghafal, melainkan juga bertanya _“mengapa?”_ dan menyusun jawaban berdasarkan pengamatannya atau kemampuannya berpikir deduktif.

📻6.    Mampu memahami dengan sedikit atau tanpa instruksi.

Seorang pemelajar mandiri memiliki kemampuan yang amat baik dalam mempelajari dan memahami  suatu topik baik secara verbal, visual, atau kinestetik. Mereka selalu berusaha  menemukan cara untuk mengajari dirinya sendiri, dan memahami materi melalui berbagai cara, (biasanya melalui _trial and error_ ).

⚖7.    Persisten.

Seorang pembelajar yang mandiri tidak mudah menyerah dan selalu ingin bisa menguasai suatu konsep secara mandiri sedapat mungkin sebelum minta bantuan orang lain. Mereka berusaha untuk mengajari diri sendiri, mencoba berbagai cara, dan biasanya hanya bertanya setelah tidak berhasil menemukan solusinya sendiri.


Salam Ibu Profesional
/ Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch #3\



📚Sumber Referensi:

ParentingIndonesia. Ciri-ciri anak pembelajar. Diakases 26 Januari 2017. Dari http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/ciri-ciri+anak+pemelajar
https://ilmu-pendidikan.net/siswa/kondisi-anak-belajar-baik-dan-bermakna

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...