Skip to main content

HAKIKAT SUAMI ISTRI - PAHALA & KEUNGGULAN

*IV. Hakikat Suami Istri yang ke-4*

Kedudukan perempuan dan laki-laki adalah *sama dalam peluang pahala*.

Berbeda fungsi tidak *serta merta* menjadikan perempuan lebih unggul dari laki-laki atau sebaliknya.

Dalam beramal shaleh, Allah tidak membeda2kan.

_"...Sesungguhnya Aku tidak menyinyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki dan perempuan...." (QS. Ali Imrān: 195)

Asma' binti Yazid suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya kepada Nabi SAW,

_“Wahai Rasulullah, aku mewakili kaum perempuan datang menghadapmu. Jihad diwajibkan Allah kepada kaum laki-laki. Jika menang, maka mereka akan mendapat pahala, dan jika gugur, mereka hidup di sisi Tuhan dan memperoleh limpahan rezeki. Sementara kami, kaum perempuan, senantiasa menemani mereka disaat suka dan duka. Lalu, apa yang kami dapatkan?”_

Rasulullah kemudian bersabda,

_“Sampaikanlah pada setiap perempuan yang engkau temui, *bahwa menaati suami (salam kebaikan) dan memenuhi hak-haknya bisa menyamai pahala jihad*. Tapi, hanya sedikit di antara kalian yang melakukannya.”_

(diambil dari HR. Al-Bazzar)

Meskipun demikian, Allah tetap memberi peluang jihad bagi para perempuan dalam kondisi-kondisi tertentu.

Contoh lain adalah mengenai perginya seorang perempuan ke masjid. *Islam memberikan kebebasan luar biasa*. Perempuan tidak diharuskan ke masjid, tapi juga tidak pula boleh dilarang.

*V. Hakikat Suami Istri kelima*

Baik laki-laki maupun perempuan dapat saling mengungguli satu sama lain (lihat QS. An-Nisa: 34)..
Laki2 dapat menjadi lebih unggul dari perempuan, begitupun sebaliknya.
Pada Qs. An-Nisa :34 kata “ba’dhahum” ilmu ma’ani mafhumu mukhalafah
Unggul itu dengan apapun kelebihan yang mereka miliki, baik laki2 maupunperempuan; bisa secara
ilmu, secara ibadah, dan juga dengan nafkah...
Di dalam bahasa arab ada Idhafat, co: produk bandung, orang cianjur, rasul Allah, nua kata tapi satu
maksud.
Idhafat menyimpan makna: untuk, atau dari, atau di.
Rasulullah: utusan kepunyaan untuk Allah, dari Allah

Ba’dhahum: Sebagian dari mereka (laki2) unggulkan , berarti sebagian dari mereka tidak unggul (non
harta)... dan Allah mengkhususkan Harta...
Tapi qawwam tetap kepada suami... suami ketika diungguli dalam hal tertentu harus menerima
dengan bijaksana...

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...