Skip to main content

Family Gathering "Keluarga Uluwatu"

Bismillah
Pekan lalu saya sudah menemukan makanan yang kaya akan nutrisi Jungle of Knowledge. Walaupun saya merasa tergiur dengan cemilan - cemilan yang menarik. Namun saya harus menahan diri, jangan sampai perut ini kenyang namun tidak bergizi. 

Dan pekan ini, saya diharuskan mencari keluarga saya, yaitu ulat yang memiliki kesamaan makanan utamanya.
Bagaimana saya harus mencari mereka diantara ribuan ulat - ulat yang tersebar di hutan ilmu itu
Dan ibu Septi memberikan kisi-kisi, bajwa kita bisa menemukan mereka dari parade mind map di FbG. 
Akhirnya saya bertemu dengan keluarga saya, yaitu KELUARGA ULUWATU. siapakah kami? Kami adalah keluarga ulat yang sedang menguatkan diri pada keterampilan manajemen waktu.

Dan ternyata, keluarga Uluwatu ini adalah keluarga besar. Kami terdiri dari 466 ulat yang begitu antusias untuk meningkatkan ketetampilan dalam memanage waktu. 

Dimulai dari perkenalan masing - masing, dan saling sharing ilmu dan pengalamannya, tips dan juga kendala - kendala yang dihadapi.

Dari acara gathering itu, saya mendapatkan kembali makanan bergizi, yang membuat semakin memenuhi kebutuhan nutrisi tentang managemen waktu. Saya mendapatkan hal penting bahwa, dalam pembuatan agenda harian, tidak perlu semua dicatat ke dalam to do list. Cukup tuliskan yang penting dan mendesak yang harus segera dikerjakan.
Daaaaan yang lebih penting adalaaaaaah.... Jangan pernah menunda - nunda kegiatan yang sudah dibuat! 


Semoga dengan berbaurnya keluarga baru ini, saya bisa menemukan cara yang sesuai dalam mempraktekkan managemen waktu ini. 

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...