Skip to main content

Adab kepada Diri Sendiri - Muhasabah

Bismillah. Sebelum tidur, saya mengajak Alula dan Naira untuk mengingat kembali apa saja yang sudah dilakukannya hari ini.

“Orang yang beruntung adalah orang yang menghisab dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Tirmidzi)



Tantangan hari ke - 7

Perbuatan baik apa saja yang udah kita lakukan hari ini?

"Beresin kasur"
"Beresin mainan dan buku"
"Jagain dede bayi"
"Nyapu"
"Main akur"
"Cuci piring"
"Makan sampai habis"
"Apalagi yaaaa... "

Alhamdulillah, mamam senang loh kaka dan teteh melakukan banyak kebaikan. 
Kemudian saya apresiasi satu persatu semua kebaikan yang mereka lakukan

Sekarang, kita ingat-ingat, apakah hari ini kita sudah melakukan perbuatan yang tidak baik?
Saya mulai dengan diri saya
Tadi siang mamam bicara berteriak sama kaka karena kaka tidak mengikuti apa kata mamam. Maaf ya, seharusnya mamam tidak boleh melakukan itu. Seharusnya mamam berbicara secara baik-baik. Kaka dan teteh mau memaafkan mamam? "Iya mamam"
Astagfirulloh ampuni aku Ya Allah yang udah membentak kaka"

Sekarang kaka ya
"Maaf ya udah bikin mamam kesal, karena kaka ga mau nurut sama mamam"

Iya mamam memaafkan kaka

Sekarang mohon ampun sama Allah ya
"Astagfirulloh, ampuni aku ya Allah"

Sekarang teteh ya
"Maaf ya ka, udah berebut mainan kaka"
"iya"
"Astagfirulloh ampuni aq ya Allah"

Alhamdulillah, semoga besok kita bisa lebih banyak berbuat baik ya, dan tidak mengulangi perbuatan tidak baik kita. Aamiiin

Comments

Popular posts from this blog

Menyambut Tamu Istimewa Ramadhan 1443H

Alhamdulillah sudah dipenghujung Bulan Syaban. Untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini, kami buatkan Ramadhan tracker bagi mama - mama yang berencana untuk membersamai ananda tercintanya di bulan yg penuh berkah ini.  Silakan di save Printablenya, Namun follow dulu IG kami ya 👉 @puspaferdina Jika sudah follow akun IG nya, silakan mama download printable Ramadhan tracker di bawah ini Ramadhan Tracker Ajak ananda untuk menentukan ibadah apa yang ingin dicapai pada Ramadhan kali ini. Dan dampingi mereka untuk istiqomah dalam menjalankan targetnya.  Contoh pengisian : Agar ananda lebih bersemangat, silakan download Printable My Reward berikut.  Beberapa membolehkan untuk memberikan reward kepada anak karena sudah berpuasa Namun yang lebih utama adalah, dengan mengenalkan reward yg Allah berikan Dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh anak MisalnMisalnuya seperti yg dipaparkan dalam buku Ramadhan Gapai Jannah dari penerbit Sakeena Berikut saya sertakan ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...