Skip to main content

Adab Ketika Bayi Tidur


Bismillah. Beberapa hari ini baby Zayna agak kesulitan untuk tidur. Biasanya ia cukup disusui sambil berbaring di kasur, kemudian ia akan terlelap. Namu kali ini, maunya dieyong-eyong dulu. Dan kurang nyenyak tidurnya.

Di sisi lain, sang kaka dan teteh asik bermain dengan akur. Konsekuensi dari keakuran mereka adalaaaaah, suara yang ramaaaaai. Sehingga mengganggu baby Zayna yang akan tertidur.

Beberapa kali diperingatkan, namun mereka masih saja ramai. Akhirnya baby zayna pun terbangun dan sang papap berbicara tentang perilaku mereka, yang akhirnya membuat kesepakatan, yaitu konsekuensi berupa kehilangan jatah makam eskrim nya di hari Ahad.

Tantangan hari ke - 10

Yuuu kita main bayi-bayian yaaa.. Mamam mau nenenin dede bayi dikamar, tandanya?

"Dede mau boboooo"

Jadi kaka dan teteh ga boleh apa?

"Berisiiiik"
"Masuk kamaaar"
"Teriak-teriaaaak"
"Panggil-panggil mamaaam"

Iyaaa. Kalau mau masuk kamar?

"pelan-pelaaaan"
"suaranya volume 0"
"jangan gebrag-gebrug"

Iyaaaa. Kenapa ga boleh berisik?

"Nanti dedenya bangun, nangis"
"Dede lagi ga nyaman"

Okeee. Sekarang latihan yaaa..
Mereka pun berpura-pura jadi ibu dan anak. Ibu perperan menyusui dan menidurkan bayi. Anak berperan untuk tidak ramai saat bayi akan tidur.
Dan melakukannya bergantian peran.

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...