Skip to main content

Puasa pekan ke3 - Mengasuh Tanpa Teriak


Bismillah. Ditengah wabah corona ini, ternyata tantangan semakin menarik. Situasi kerjaan suami yang ditunggu deadline, membuatnya menjadi lebih fokus pada kerjaannya, sehingga lebih sering meninggalkan rumah lebih pagi.

Sedangkan saya yang masih saja bergantung pada kehadiran suami, disaat pagi hari, saat saat panic time, saat saat pekerjaan domestik yang paling banyak mengantri untuk dikerjakan.

Sebenarnya mungkin ini cara Allah untuk memnuat saya tidak bergantung pada suami saat pagi. Namun entah kenapa, saya masih saja merasa panik dipagi hari. Sehingga saya kesulitan mengalirkan emosi, yang berujung dengan teriakan -teriakan yang ditujukan pada anak.

Sedih, menyesal. Namun saat ini, saya benar-benar hanya berharap agar saya bisa melalui semua ini. Terutama lulus untuk menjadi pribadi yang lemah lembut. Tidak ada teriakan, bentakan, perlakuan yang menyakiti anak-anak.

Hanya bisa berharap, berdoa, dan yakin akan datangnya hari itu. Hari dimana saya bisa tersenyum lebar, menikmati berbagai tingkah laku anak-anak. Yaaaa, tingkah laku anak yang kelak tidak akan terulang, dan mungkin akan merasa rindu dengan momen-momen ini

Semoga dengan berlalunya wabah corona ini, berlalu juga wabah bentakan dan teriakan dari lisan saya.

Wahai diriku yang lembut hatinya, aku yakin kamu akan berhasil menjadi kupu-kupu yang lembut hatinya, lembut perangainya, penuh keanggunan dan berlimpahkan rasa cinta.

Comments

Popular posts from this blog

Menyambut Tamu Istimewa Ramadhan 1443H

Alhamdulillah sudah dipenghujung Bulan Syaban. Untuk menyambut bulan Ramadhan kali ini, kami buatkan Ramadhan tracker bagi mama - mama yang berencana untuk membersamai ananda tercintanya di bulan yg penuh berkah ini.  Silakan di save Printablenya, Namun follow dulu IG kami ya 👉 @puspaferdina Jika sudah follow akun IG nya, silakan mama download printable Ramadhan tracker di bawah ini Ramadhan Tracker Ajak ananda untuk menentukan ibadah apa yang ingin dicapai pada Ramadhan kali ini. Dan dampingi mereka untuk istiqomah dalam menjalankan targetnya.  Contoh pengisian : Agar ananda lebih bersemangat, silakan download Printable My Reward berikut.  Beberapa membolehkan untuk memberikan reward kepada anak karena sudah berpuasa Namun yang lebih utama adalah, dengan mengenalkan reward yg Allah berikan Dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh anak MisalnMisalnuya seperti yg dipaparkan dalam buku Ramadhan Gapai Jannah dari penerbit Sakeena Berikut saya sertakan ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...