Skip to main content

Terimakasih Mentor, Terimakasih Mentee

Bismillah. Tak terasa kini sudah hampir di penghujung program mentorship. Kali ini saya diminta untuk mewarnai kupu-kupu. Dan mengirimkan surat cinta untuk mentor dan mentee. Sedih rasanya, karena baru saja merasakan kehangatan. Kini harus berakhir. Namun masih bisa memilih untuk tetap bersilaturahim bersama mentor dan mentee tersayang.


Surat cinta untuk mentor

Assalamualaykum

Di awal kelas kupu-Kupu ini, sebenarnya aq bingung. Siapa yang mau dijadikan mentor. Apa skill yang mau  ditingkatkan.

Tiba-tiba saja teringat, ingin belajar masak cepat. Biar ga buang-buang waktu di dapur. Hanya itu yg ada dlm benakku saat ituLalu aq ketik "memasak cepat" di mesin pencari, dan muncul lah nama mba icha. Kulamar mba sambil deg deg an😄Alhamdulillah diterima buat jd mentee nya mba ichaDari awal, aku ngerasa nyaman dg mba ichaMba icha yg begitu bersemangat untuk bertatap muka, tapi aku malu maluMaafkan yaaaa mbaaa.. Duh jd merasa bersalah nih*telaaat banget*Dan mba icha yg selalu ngingetin buat ngumpulin jurnalKetauan kaaan, suka nya deadlineIhihi.. Ga deadline juga sebenernya, cuma H-1 aja 😂Karena dlu itu ga sempet nonton live nya ibu. Mungkin karena ga jd prioritas yaaa, akhirnya kelupaan. Dan baru inget pas weekend.Mba icha ga bosen2, dari awal suka ingetin terusMakasih ya mbaaaDan yang paling bikin heppi itu, ketika baru nyadar kalau selama ini seharusnya kita idah banyak sharingEeeeh ini aku malah nunggu2 aba2 dari ibu. AhahahahaDan mba icha pun berpikiran sama dg akuAaaaaaa lucu bgt pokonyaTapi justru hal ini bikin semangat. Di jurnal 6 kemarin, kerasa banget mba icha ngebimbing akuGa pelit ilmuGa segan kasih nasehatSemuaaaa yang aku tanya, dijawab secara detailJadi terbayang suasana dapur bahagia itu seperti apaMelibatkan anak dan suami juga nambah keseruan tersendiriMakanan yang seharusnya untuk lauk, malah habis duluan, juga bukan masalahAaaaahAq dapet sudut pandang yang berbeda dari dapur mba ichaSemoga aku bisa membuat kebahagiaan di dapurku juga ya mbaMakasih atas semua ilmu nyaMakasih atas semua waktu nyaMakasih atas semangatnyaDan makasih atas kebahagiaannyaSemoga Allah membalas dengan yang lebih baik lagi ya mbaOiya,,Masih berkenan kah jadi mentor aku setelah kelas Buncek ini selesai mba?Alias banyak ditanya-tanya terus? 😆>>>>WaalaikumsalamMaaf slow respon bgt yaa teeh,, lg ga enak bdn jd buka medsos sekena nya aja🙏🏻MasyaAllah teeh,, baca begini bnr2 moodbooster buat aku💖💖Alhamdulillah,, kesan pertama saat dipinang menjadi mentornya teteh,, jujur awalnya deg2an,, krn takut ga bisa melayani permintaan teteh dengan baik🤦🏻‍♀️..Seiring berjalannya waktu, awalnya dari yg bingung mau ngobrol apa, cm hadir sekali seminggu (maapkeun yaa teeh🙏🏻🙏🏻) krn sejujurnya bingung mau dibawa kemana hubungan kita(eaaaa)..Tapi walaupun kita masih sama2 bingung, aku bersyukur akhirnya kita bisa baca kemana arah dan tujuan kita,, dan akhirnya malah teteh yang jadi penyemangat aku buat lebih rajin di dapur,, terlihat dari perkembangan teteh yg sangat pesat dr minggu ke 4 sampai sekarang,, aura semangatnya sampai kesini lho teeeh,, makasih yaa teeh😘😘Yang paling membuat aku bahagia, dr awal teteh bilang masak adalah hal yang teteh bisa tp tidak suka.. yg awalnya masak 1 jenis masakan bs ngabisin wktu smpe 1.5 jam.. makin kesini keliatan teteh ternyata bisa masak lebih dr 1 jenis masakan dan durasinya lebih cepat drpd sblmnya.. ini bnr2 amazing buat aku,, krn ternyata sbnrnya teteh punya keterampilan di bidang memasak👏🏻👏🏻👏🏻.. plus lagi dr kesukaan teteh yaitu bermain bersama anak bisa dilakukan bersama2 gadis2 geulis di dapur.. 😍😍,,Makasih yaa teh udah mau menemani program mentorship bersama aku,, krn aku bukanlah org yg expert dibidang memasak, tapi kesediaan teteh buat jadi mentee aku membuat aku jd bersemangat utk menularkan ilmu yg hny secuil ini ke org lainMakasih juga krn telah bersemangat dlm kegiatan ini yaa teh,, semangatnya jd tertularkan ke aku😍Mudah2an setelah kegiatan mentorship ini kita masih ttp bs saling sharing yaa teeh,, 😘Mudah2an stelah dapur barunya beres, teteh bisa makin cinta sm kegiatan di dapur yaa😬😬😬Oiya,, kmrn sekilas liat di status wa,, hal yg teteh suka dan bisa itu belanja, belajar, berkebun, bermain dan berbagi ya teh.. walaupun memasak ga termasuk di dalamnya,, mudah2an kegiatan memasak bisa diselipkan di kuadran tersebut dg cara yg membahagiakan teteh yaa..Misalnya teteh seneng belanja,, belanja kebutuhan rumah tangga buat masakBelajar kreasi resep2 baru ataupun yg sudah ada sambil bermain dengan anak2 di dapur.. toh bagi anak2 membantu mamamnya di dapur pasti namanya bermain ya😬Limbah dapurnya bisa dijadiin komposter buat tanaman, jadi belajar ilmu baru jg buat bikin komposter kan ya (aku jd lg lg pgn belajar ini😬😬,, tp blm dimulai)Kalau masak mgkn bisa berbagi dg tetangga2 terdekat..Semua kesukaan teteh bisa diwujudkan dr hal yg tidak disuka😬😬Dan tentunya utamakan dl bahagianya yaa teeh😘😘


Surat cinta untuk mentee

Bismillah
Assalamualaykum mba harsi

Teringat waktu awal kita berkenalan
Pertama kalinya aku dilamar menjadi mentor
Bukan ahli, bukan praktisi, hanya ingin belajar berbagi pengalaman di dunia parenting

Saat itu, mba harsi begitu jujur dan terbuka
Menginginkan perubahan dirinya dalam mendidik dan membersamai anak
Yang saat itu sedang dihadapi berbagai tantangan di kala pandemi

Namun seiring berjalannya program mentorship
Mba harsi terlihat lebih tenang
Karena berhasil menyerahkan diri dan hatinya kepada Allah

Ada kalanya kita melakukan kesalahan yang sama lagi
Itu hal yang wajar, karena sebelumnya, kita terbiasa melakukan hal itu secara berulang
Namun, kita kuatkan kembali niat kita
Kita bulatkan kembali tekad kita
Untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi dari hari kemarin
Membandingkan diri kita kemarin dan hari ini
Bukan dengan orang lain

Maafkan saya yang belum bisa sepenuhnya hadir untuk menjadi mentor mba harsi
Maafkan jika banyak kata yang menggores luka di hati

Tinggal 2 jurnal lagi ya mba
Semoga kita bisa bersama sama
Mengepakkan sayap terindah
Dan terbang tinggi
Menebar kebermanfaatan

>>>>>>>

Teruntuk Mb Puspa.

Bismillah
Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Sungguh hanya Alloh yang berkuasa mempertemukan sy dengan Mb Puspa. Bisa jadi pertemuan ini adalah salah satu jawaban dari doa-doa yang telah terpanjatkan kehadiratNya.  Penyerahan diri atas  segala kekurangan dan khilaf dalam membersamai titipanNya. 

Benar-benar pas dan cukup menjawab bbrp pertayaan dan kegalauan hingga tak jarang mewujudkan ketidakwarasan diri sy saat membersamaai buah hati. Perasaan kurang, minder, sendiri dalam mendidik buah hati menjadi hal yang  cukup menjadikan sy stress. Takut bgmn nanti sy pertanggungjawabkan amanah ini di hadapanNya. 

Alhamdulillah, Mb Puspa dg sikap wise nya membantu sy mengurai benang ruwet dlm membersamai buah hati. Berbagai pertanyaan (yg sy juga bingung mau ngomong apa klo ndak ditanya) disampaikan,  hingga akhirnya curcol panjang dan dalam bisa melegakan hati. 

Intinya adalah kedekatan hati dengan Alloh serta menerima dengan legowo segala saran dan masukan serta bisa move on utk menjadi lebih baik lagi. 

Terima kasih mb Puspa atas perhatiannya. Semoga berkenan utk terus sy recoki dlm bidang yang terus berkembang ini. Semoga kebaikan mb kembali kepada Mb Puspa sekeluarga. 


Aamiiin

________________________

Terimakasih mentor
Terimakasih mentee

Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...