Skip to main content

Kisah Perjalanan Baby Zayna



Kisah persalinan yang ke 3 ini sebenernya bikin galau

Yang bikin galau itu, his nya ga berasa kuat, dan masih belum teratur

Dr hari ahad, udah mulai bawa tas ke mobil

Padahal cuma mau belanja bulanan ke griya cinunuk, sambil ajak main alula dan naira k joy n fun

Udah gitu, sebenernya masih bingung mau lahiran dimana

Pengennya di @bumiambu, tapi qodarullah, kliniknya lagi rehat dlu, proses pindahan + lg merawat ayahnya yg sakit

Pilihan lain, ke bsb, tapi akutuh belum pernah periksa ANC disana sejak hamil besar

Rencananya kalau hari ini belum lahiran, besok mau ke BSB

Pilihan terakhir, ke KMC


Jadi akutuh survey tempat persalinan.. Cari yg nyaman buat bobo.. Ihihii


Tapi yg utama, cari penolong persalinan yg gentle

Meminimalisir trauma persalinan


Yg pertama dan kedua, ditolong sama dr @ayogi_pramatirta di Santosa. Dan memang proses persalinan pertama dan kedua,  alhamdulillah ga ada trauma persalinan.

Maksudnya ga trauma persalinan definisi saya itu sampai skrg ga berbekas ngerasa sakit, ngerasa takut menghadapi persalinan lagi, ga ngerasa,"ih dulu tuh aku ngelahirin kamu sakit banget loh!"


Mungkin saat proses dulu,  iya pasti kerasa sakit ya.. Tapi yaaa beberapa hr kemudian juga udah lupa


Naaah, pas hamil ke 3 ini dr yogi udah ga d santosa lagi

Pilihannya, kalau ga limijati,  ya di grha bunda

Berat sebenarnya.. Kalau yg tau tafsiran biaya di kedua RSIA ituuuh


Balik lagi ke joy n fun

Setelah menjelang maghrib, munculah bloodshow

Dan akutuh makin bingung

Ini udah keluar lendir darah, tapi perasaan mulesnya belum adekuat

Konsul deh sama bidan @eka_daniati88 dan bidan @resti_utien 

Katanya tunggu his teratur dlu aja


Akhirnya memilih untuk pulang dulu. Dan masih bisa tidur nyenyak sampe jam Cinderella


Terbangun pun, ga langsung bangunin suami. Observasi his nya dulu. Sambil bikin video senam birthball dooong

Masih sempet bikin video yaaaa


Jam 01.00 aku bangunin suami

Masih sempet ngobrol dulu, sambil mantau hisnya.. Karena perasaan hisnya ga terlalu kuat dan ga teratur.. Beda sama anak ke 1 dan 2.


Akhirnya jam stg 3, memutuskan untuk pergi. Mau lahiran dimana? Tanya suami

Ga tau atuh ( sambil berharap ditolong sama dr. Yogi sih)  ihihi

Dan suami bawa kita..

 Ke graha bunda... Dari rancaekek ke grha bunda alhamdulillah ga lebih dr 20 menit..  Biasanya lebih dari 1 jam, jalur macet nya banyaaak... Sebelumnya Janjian juga sama mamah papah aku. Jd setelah sampai d grha bunda, alula dan naira di handle sama mereka... Sebelumnya, alula nemenin aku terus d bed pasien di IGDselama pemeriksaan.. Jam stg5 diperiksa dalam, baru pembukaan 3.. Dari anak pertama sampai ketiga,  dateng k RS selalu dibilang pembukaan 3... Nah setelah paksu selesai sholat subuh, saya dipindahkan k ruang VK..  Ditawarin birth ball dooong..  Senangnya bukan main.. Daaan memang kerasa banget loh bedanya,, dulu itu relief painnya di backrub aja sama bidan2.. Skrg cuma duduk di birthball.. Tapi anteng.. Sambil action teknik pernafasan, yg baru belajar dadakan juga, Beberapa hari yg lalu.. But it's work.. Biidnillah, semua ikhtiar itu, mengurangi rasa ketidaknyamanan selama proses persalinan.

Sampai akhirnya, terasa ingin ngeden. Saya panggil deh bidan yg jaga. Di @rsia_grha_bunda, bidan jaga nya pada diem di nurse station. Beda waktu lahiran d santosa.. Bidannya pada standby selama di ruang VK... Semoga grha bunda bisa lebih meningkatkan kinerja para bidan VK nya yah.... Di VT, katanya pembukaan 9, jangan dulu ngeden.. Seperti biasa, pemandangan bidan yg mulai riweuh menghadapi Bulin yg udah mau lengkap, tapi alat belum siap dan dokter @ayogi_pramatirta belum dateng ihihihi...  Beberapa menit kemudian, barulah yang ditunggu-tunggu ini dateng... Alhamdulillah, lahirlah baby zayna pk 06.57.. Makasih ya doook @ayogi_pramatirta 3 bayi ku ditolong sama dokter..  Berkenan yang ke 4 dok? 😆


Comments

Popular posts from this blog

Anda Perlu Suplemen Jika...

Riset menunjukkan, setiap hari, tubuh membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi itu, menu harian harus terdiri atas empat sampai lima jenis menu setiap kali santap. Melihat banyaknya kebutuhan zat gizi tersebut, rasanya, banyak dari kita yang mengalami kekurangan sejumlah zat gizi tersebut. Nah, untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi ini, kita memerlukan vitamin ekstra. Kini banyak dijual makanan tambahan atau food suplemen dan multivitamin. Bentuk dan jenisnya juga beragam. Ada yang berbentuk pil, cair, dan tablet. Sedang fungsinya sangat beragam, sesuai zat penyusun di dalamnya. Memang, baik suplemen maupun multivitamin mengandung zat yang penting bagi kesehatan. Bahkan, dari beberapa penelitian, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Selain itu, perkembangan tubuh saat masih anak-anak juga tergantung ...

Dengar Musik 2 Jam Non Stop Picu Sakit Kepala dan Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain terus menerus? Mungkin penyebabnya berasal dari kebiasaan Anda mendengarkan musik. Menurut peneliti, mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop tiap harinya bisa berbahaya untuk kepala, khususnya bagi remaja. Dengan membandingkan kebiasaan sekitar 1.025 remaja usia 13 hingga 17 yahun, peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik selama satu hingga dua jam non stop dalam satu hari bisa memicu sakit kepala atau migrain. Dari hasil survei, 489 partisipan mengaku sering menderita sakit kepala sedangkan 536 lainnya tidak. Setelah ditelusuri, partisipan remaja yang mengalami sakit kepala biasa mendengarkan musik dari MP3 atau iPod selama satu atau dua jam setiap harinya. Astrid Milde-Busch dari Ludwig-Maximilians-University, Munich mengatakan bahwa bukan aktivitas mendengarkan musiknya yang menyebabkan sakit kepala, tapi frekuensinya. "Buka...

Perjuangan Seorang Bidan Desa

BADUI Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi, Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan “lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ”Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, wanita 38 tahun itu membuka praktik di ke...